Dec 28, 2008

Berkerja Di Atas Kapal Adakah Dikira Musafir

salam.

saya seorang pelaut yang bekerja di atas kapal dagang.
ingin tahu status sebenar saya sbagai musafir atau pun tidak.
because i have 2 version and only .

a) yes b) no.

which one is right.

jarak perjalanan kami sememangnya beribu batu.
tetapi rutin kami seperti insan biasa yang berkerja di darat.
kami punya makan dan minum yang cukup. tidur dan rehat yang cukup. sumber air yang cukup . yang boleh di kira kami boleh buat apa yang orang di darat boleh buat.
jadi... adakah boleh kami mengqasarkan semua solat 4 rakaat kami di sebabkan jarak perjalan kami.

confusela. anyone well educated please answre this.
because since i join this ship about 5 years ago. most of my time i m qasar my solat.. and from this day. i ve been told that we arent musafir from someone that perhaps can take into consideration. MasyaAllah.

please somebody answer this.
the answer most probably can answer to all muslim seafarers onboards.
tq

----------
Wassalam

alJawab:

Dilemma anda telah dijawab oleh allamah Sayyid Sabiq rh dalam kitab monumentalnya, Fiqh Sunnah (pemenang anugrah Raja Faisal kategori fiqh) spt berikut:

" Dalam hal ini tidak ada perbedzaan musafir itu menggunakan kapal terbang, kereta api dll, juga samada perjalanan itu bertujuan menunaikan perintah Allah ataupun utk tujuan-tujuan lain dan termasuk juga perjalanan orang-orang yang pekerjaaannya mengharuskan selalu berada dalam keadaan musafir spt kelasi kapal laut, konduktor kereta api dll, sebab pada hakikatnya itu juga termasuk musafir." (Fiqh Sunnah, terjemahan Victory (1990) , 2/216)

Imam Muslim meriwayatkan dari amir alMukminin Umar alKhattab ra, "
(solat qasar) itu adalah sedeqah anugrah Allah kepada kalian, maka terimalah sedeqah-Nya" (kitab assolah almusafiraini, 686)

0 comments:

Post a Comment